Keripik Setan Maicih

Senin, 28 November 2011 ·

anadmirernotastalker.blogspot.com
Keripik singkong yang satu ini memang bukan keripik sembarangan. Keripik ini pernah diantri oleh peminatnya hingga 1km panjangnya! Yah keripik setan Maicih memang sebuah produk yang luar biasa. Dan produk ini mendapatkan sukses besar karena kiprah dua orang anak muda dari kota Bandung, anak muda yang memiliki visi besar dan intuisi bisnis yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Usaha yang dikembangkan oleh 2 bersaudara ini dimulai sejak Juni 2010 (sumber dari beberapa blog yang membahas mengenai produk ini). Bob Merdeka dikabarkan sebagai pihak yang melahirkan produk keripik Maicih, dan Reza Nurhilman, lebih dikenal dengan Axl, diberi tugas untuk menangani divisi marketing. Modal awal usaha keripik ini informasinya adalah sebesar 15 juta rupiah. Dan setahun kemudian omset yang diperoleh kurang lebih adalah Rp 4 miliar per bulan. Sebuah prestasi yang luar biasa untuk ukuran usaha berjualan keripik dan sejenisnya, dan pastinya tidak mudah dicapai oleh kebanyakan orang dalam kurun waktu yang sama. Tidak mengherankan dalam waktu seketika Bob Merdeka dan Axl menjadi "selebriti" dunia entrepreneur Indonesia karena prestasi dan usia mereka.

Tentu saja perjuangan yang mereka lewati tidak seindah kisah pengantar tidur bagi anak-anak. Banyak trial and error hingga mereka bisa merasakan keberhasilan. Keripik Maicih awalnya tidak dibuat dalam bentuk kepedasan yang bertingkat, bungkus produk pun hanya menggunakan plastik polos. Seiring dengan perkembangan waktu dan banyakknya masukkan yang diterima akhirnya dibuatlah beberapa tingkat kepedasan yaitu level 3, 5 dan 10. Kemudian logo pun mulai dikembangkan bahkan sampai beberapa kali dalam waktu singkat. Terlihat bahwa inovasi terus mereka lakukan untuk memenuhi keinginan pasar.

Singkat cerita, keripik Maicih yang telah memiliki tingkat kepedasan hingga level 10 akhirnya menimbulkan ketertarikan yang begitu besar dari kalangan konsumen. Yang sudah mencoba keripik ini dengan segera menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya baik melalui kontak fisik, maupun dunia maya. Posting foto dilakukan juga melalui media Facebook yang saat itu juga sedang menjadi tren. Hal ini semakin mendorong rasa ingin tahu orang lain untuk mencoba produk ini, sehingga semakin cepat produk ini dikenal orang. Dan disinilah kehebatan Bob dan Axl ditunjukkan, dengan merancang sistem penjualan berpindah-pindah yaitu tidak memiliki tempat khusus untuk distribusi membuat produk ini semakin dicari orang. Tentu saja kegiatan ini kemudian memancing pembicaraan yang sedemikian deras baik di dunia maya maupun nyata. Apalagi mereka memilih dunia maya (lewat Twitter) sebagai corong, selain karena lebih murah, tentu informasi bisa menyebar lebih cepat, lebih akurat dan lebih tepat sasaran sesuai target marketnya. Dikabarkan bahwa penjualan produk Maicih pernah membuat antrian mengular hingga jarak 1Km!! Setiap orang yang melihat antrian tersebut yang awalnya tidak tahu mengenai produk ini, pasti jadi tahu! Inilah yang disebut dengan word of mouth marketing. Sebuah aktivitas marketing yang bisa menciptakan efek pembicaraan dari konsumen yang satu ke lainnya dengan cepat dan dahsyat.
Kalau melihat kesuksesan orang lain tentunya kita semua tergiur dan tidak sedikit yang mungkin berpikir "ah beruntung sekali orang itu", "wah itu hanya trend saja kok" ataupun komentar lainnya. Daripada kita hanya bisa menggaumi atau mencemooh (cuma bikin dosa), lebih baik bila kita mencari tahu apa penyebab kesuksesan mereka dan bagaimana kita bisa mengambil hikmah dari kesuksesan orang lain agar menjadi kunci sukses kita juga.

Positioning
Kondisi pasar saat ini, dimana anak muda sangat senang dengan cemilan yang dikonsumsi saat berkumpul dengan teman-temannya membuat begitu banyak produk snack yang hadir dipasar. Dan adanya kecenderungan anak muda saat ini yang kurang menyukai cemilan tradisional yang masih terkesan ketinggalan jaman. Melihat pola ini, kemudian Maicih (dari hasil saran/kritik) mengembangkan keripik singkong, sebuah cemilan tradisional, menjadi tingkat kepedasan yang memiliki beberapa level. Tujuannya tentu saja membuat cemilan ini menjadi tantangan tersendiri untuk ditaklukkan dan membuatnya menjadi bahan pembicaraan. Dan konsep distribusi serta komunikasi yang dipilih pun disesuaikan dengan kebiasaan dari target marketnya sendiri. Tidak salah bila keripik setan Maicih kemudian diposisikan sebagai "Cemilan keripik singkong super pedas"

Differentiation
Seperti biasa, untuk melihat diferensiasi maka kami akan melihat dari beberapa sisi, yaitu :
Content
Produk yang ditawarkan sudah jelas adalah keripik singkong, namun ditambah dengan keunikannya yaitu memiliki tingkat kepedasan hingga level 10 yang merupakan sebuah pengalaman pedas yang tidak terlupakan. Jika seandainya tingkat kepedasan ini ternyata tidak terlalu pedas pada level 10, tentunya produk ini tidak akan berhasil seperti saat ini. Kuncinya memang pada level 10, karena ini akan membuat orang penasaran seberapa pedasnyakah produk ini?

Context
Selain daripada produk yang memiliki keunikan, gaya distribusi produk ini pun dibuat unik sekali. Jika biasanya orang menjual produknya dengan cara konsinyasi atau kerjasama dengan toko-toko cemilan baik di pasar maupun di mal. Maka Maicih memilih jalur yang sangat berbeda, yaitu produk dibuat sangat sulit didapatkan dan hanya tersedia diwaktu dan tempat tertentu. Hal ini yang kemudian menimbulkan rasa penasaran dari konsumen, perasaan menunggu, dan menceritakan pengalaman unik ini kepada teman-teman yang lain. Sehingga begitu tempat berjualan sudah diketahui, maka akan langsung diserbu oleh konsumen. Belum lagi anak muda saat ini sangat tidak ingin ketinggalan trend agar tidak dibilang "kuper", sehingga mereka yang belum pernah merasakan keripik ini pun sangat antusias mencarinya. Pola distribusinya kemudian dikembangkan terus melalui agen penjual yang disebut "Jendral" untuk mewakili pihak Maicih berjualan dan memperluas distribusi hingga keseluruh Indonesia.
Infrastructure
Pengetahuan yang kuat terhadap dunia anak muda, penguasaan akan teknologi seperti internet, social media tools seperti Twitter menjadi kunci keberhasilan mereka. Selain itu, produk ini juga diklaim menggunakan tungku dalam proses produksinya sehingga menghasilkan citarasa yang lebih enak daripada diolah menggunakan kompor. Selain itu, para "jenderal" yang terpilih sebagai agen penjual juga diklaim dibekali dengan pengetahuan tentang produk, dunia usaha dan lainnya.

Jika kita lihat, banyak sekali yang bisa kita pelajari dari kedua anak muda ini. Tapi yang paling utama adalah bagaimana mereka menciptakan brand yang memiliki POSITIONING dan DIFERENSIASI yang kuat. Pemanfaatan social media sebagai media promosi yang murah, cepat, dan tepat sasaran hingga menciptakan WOMM yang dengan cepat membantu penyebaran brand ini ke konsumen. Hal inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh pengusaha lokal lainnya untuk bisa bersaing di pasar.

Bagaimana brand ini kemudian bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama tentunya sangat tergantung dari kepiawaian Bob dan Axl, yang saat ini memilih jalan sendiri-sendiri, dalam mengembangkan komunikasi mereknya sehingga akan selalu diingat oleh konsumen dan lepas dari tiruan-tiruan yang ada di pasar.

Semoga artikel ini bisa membantu Anda semua memahami pentingnya POSITIONING dan DIFERENSIASI dalam menghasilkan produk yang bisa diterima oleh konsumen dan memberikan BRAND yang kuat dalam memenangkan persaingan.

0 komentar:

Follow Me On Twitter

Tentang TGIF Consulting

Kami hadir memberikan layanan gratis untuk konsultasi mengenai Brand Management dan Marketing bagi pengusaha lokal pemula. Silakan bertanya kepada kami melalui email tgif.consult@gmail.com untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan gratis ini.